Lanjutan dari Bahasa Inggris TL
Pendekatan
Ada 4 tahap pada pembelajaran bahasa yang menggunakan pendekatan berbasis teks
- Tahap pertama Building Knowledge of Field; pendidik dan murid membangun pengetahuan mengenai topik yang dipelajari, yang dibaca, disimak, dibahas, ditulis, dengan mengenali konteks situasi (topik, siapa penulis kepada siapa, moda-apakah teks itu tulis, lisan, audio, visual, atau kombinasi dari berbagai moda) serta konteks budaya (jenis teks, tujuan, serta tahapan dari teks yang dibahas), berbagi pengalaman, membahas ungkapan yang ada dalam teks yang dibahas, kosakata, pola-pola kalimat serta penggunaannya sesuai konteks.
- Tahap kedua, Modelling of the Text; pendidik menunjukkan teks model (lisan, tulisan, audio atau multimodal) dari jenis teks yang sedang dipelajari.
- Tahap ketiga, JointConstruction of the Text; pendidik dan murid mencoba memproduksi teks dengan pendidik berperan sebagai “scribe” di depan kelas, mencatat apa yang diungkapkan oleh murid terkait dengan topik serta teks yang dipelajari.
- Tahap keempat, Independent Construction of the Text; murid diberi kesempatan untuk memproduksi teks lisan dan tulisan secara mandiri, dengan bimbingan pendidi, hanya kalau diperlukan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran bahasa Inggris juga dapat menggunakan berbagai model pembelajaran lainnya yang relevan.
Karakteristik
- Pengajaran berbasis teks dan jenis teks yang diajarkan dalam bahasa Inggris beragam dan pembelajaran mencakup enam elemen, yakni menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis dan mempresentasikan, yang diajarkan secara terintegrasi dalam siklus pengajaran berbasis teks, khususnya 3 jenis teks, yakni narasi, eksposisi, dan diskusi.
- Pilihan jenis teks pada pembelajaran bahasa Inggris Tingkat Lanjut disajikan dalam bentuk teks tulisan, teks lisan (monolog atau dialog), teks visual, teks audio, dan teks multimodal (teks yang mengandung aspek verbal, visual dan audio), baik otentik maupun teks yang dibuat untuk tujuan pembelajaran, baik tunggal maupun teks ganda, yang diproduksi dalam kertas maupun digital.
- Pembelajaran sastra dan lintas budaya menjadi bagian dari bahasa Inggris tingkat lanjut karena teks merupakan konstruksi sosial. Pembahasan teks tidak akan terlepas daripembahasan budaya yang direfleksikan dalam setiap teks yang dibahas.
- Proses belajar harus memberi ruang bagi penyelesaian masalah secara mandiri dan yang dicapai di bawah bimbingan orang dewasa (pendidik atau pendidik) atau kerja sama dengan teman sebaya yang lebih mampu.
- Proses belajar merupakan proses sosial meliputi belajar bahasa, belajar melalui bahasa dan belajar tentang bahasa.
- Proses belajar berfokus pada murid, yakni upaya mengubah perilaku murid dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu mampu menjadi mampu, dari tidak suka menjadi suka, dalam menggunakan bahasa Inggris pada enam elemen dalam jenis teks narasi, eksposisi, dan diskusi.
- Prinsip belajar adalah membangun jembatan pemahaman (scaffolding), yakni pendidik berperan mengajarkan kepada murid cara melakukan sesuatu, dalam hal ini cara menggunakan bahasa Inggris dan memberikan kesempatan untuk mempraktikkannya.
CP Bahasa Inggris TL
- Menyimak - Berbicara : Memahami alur cerita atau informasi dari teks narasi, eksposisi, dan diskusi tentang isu terkini atau topik terkait mata pelajaran lain secara lisan atau multimodal; menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik yang dibahas.
- Membaca - Memirsa: Mengevaluasi dan merefleksi informasi tersurat dan tersirat dari teks narasi, eksposisi dan diskusi tentang isu terkini baik nasional maupun global, atau topik yang terkait mata pelajaran lain secara tertulis atau multimodal.
- Menulis-Mempresentasikan: Mengomunikasikan gagasan atau pengalaman secara tertulis atau multimodal dalam teks narasi, eksposisi, dan diskusi tentang berbagai topik dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat, jelas, dan detail dengan menggunakan berbagai media presentasi (cetak atau digital); menulis cerita pendek, pendapat atau pandangan tentang suatu topik atau isu dengan mengungkapkan argumen yang didukung dengan data dan fakta, atau membahas suatu isu dengan menjelaskan manfaat dan kelemahan atau argumen yang mendukung dan menentang tentang suatu isu terkini yang kontroversial.
Sumber: CP Versi 2025.