Dilihat: 263 kali, IP: 216.73.216.129

Capaian Pembelajaran

SMAN 1 GONDANG MOJOKERTO
Sumber: kemendikdasmen.go.id

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menjadi pedoman bagi murid dalam melaksanakan ajaran Islam dan menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, murid mampu menghadapi tantangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengoptimalkan potensi dirinya.

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mencakup hubungan manusia dengan Allah Swt. (ḥabl min Allāh), sesama manusia (ḥabl min al-nās), dan lingkungan alam (ḥabl min al-ālam). Untuk itu, perlu pendekatan beragam yang berpihak pada murid.

Baca Selengkapnya

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI

Pendidikan Agama Kristen merupakan usaha yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dalam rangka mengembangkan kemampuan murid agar, dengan pertolongan Roh Kudus, dapat memahami dan menghayati kasih Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari, terhadap sesama, dan lingkungan (Lokakarya Strategi PAK di Indonesia oleh PGI, Bimas Kristen Kementerian Agama RI tahun 1999).

Pelayanan Pendidikan Agama Kristen sebagai perpanjangan tangan gereja berfungsi sebagai penyemaian iman kristiani, pengembangan kedewasaan spiritualitas, dan menjadi pelaku Firman (bnd. Yakobus 1:22).

Baca Selengkapnya

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

Hidup beriman menurut pola Yesus Kristus dalam Agama Katolik selalu bersumber dari kitab suci, tradisi suci, dan kuasa mengajar gereja (Magisterium). Semua sumber ajaran itu perlu dikembangkan yang bertolak dari pengalaman murid, tokoh-tokoh umat, dan berbagai pengalaman gereja sebagai umat Allah, bahkan dari pengalaman-pengalaman umat beragama lain.

Pada setiap fase, murid mempunyai kesempatan mengembangkan ketakwaan menurut iman gereja Katolik. Dengan cara ini, murid mencapai kedewasaan iman. Kedewasaan dalam iman akan memudahkan murid dalam menghargai sesama yang seagama dan yang beragama atau berkepercayaan lain. Sikap seperti inilah yang mencerminkan moderasi beragama dalam masyarakat Indonesia yang majemuk dari segi budaya, suku, dan agama.

Baca Selengkapnya

PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI

Agama Hindu merupakan sumber nilai yang menjadi acuan moralitas dalam menumbuhkembangkan Sraddha dan Bhakti serta budi pekerti. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan melalui Tri Kerangka Dasar agama Hindu, yaitu Tattwa, Susila, dan Acara yang merujuk pada kitab suci Weda sebagai sumber ajaran dan sejarah Agama Hindu sebagai refleksi kehidupan untuk mencapai Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma sebagai tujuan agama Hindu.

Murid sebagai bagian dari warga negara memegang teguh Dharma Negara dan Dharma Agama sebagai salah satu landasan penerapan moderasi beragama. Hal ini penting untuk menguatkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, cinta tanah air, musyawarah, dan keadilan sosial yang terkandung dalam ajaran-ajaran Hindu.

Baca Selengkapnya

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

Dalam proses pembelajaran agama Buddha, kegiatan ini melibatkan murid untuk mengevaluasi materi agama yang mereka pelajari, baik secara kelompok maupun individu berdasarkan prinsip ehipassiko. Mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti merupakan kelompok mata pelajaran umum yang harus dipelajari oleh murid dalam mengaktualisasi konsep dan nilai-nilai agama Buddha.

Muatan materi agama Buddha meliputi nilai-nilai yang terintegrasi dalam ajaran moralitas, meditasi, dan kebijaksanaan selaras dengan nilai-nilai Pancasila dasar negara. Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti berpusat pada murid, keteladanan, dan pembiasaan. Pembelajaran dilakukan berdasarkan pembelajaran ramah anak serta mencerminkan kehidupan yang moderat.

Baca Selengkapnya

PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU DAN BUDI PEKERTI

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti adalah mata pelajaran yang bersumber dari kitab Sishu dan Wujing yang menekankan kepada proses atau usaha menumbuhkan sifat-sifat baik manusia dan menjadikan orang lebih baik, bertahan pada fitrah atau kodrat alaminya (xìng 性), dan menolong dari kekhilafan-kekhilafan.

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti meliputi usaha memuliakan hubungan manusia dengan Tiān (天) sebagai pencipta dengan prinsip satya kepada Tiān (Zhong Yu Tian); memuliakan hubungan dengan manusia sebagai sesama manusia (rén 人) dengan prinsip tepa salira/tenggang rasa (Shu Yu Ren) dan usaha memuliakan hubungan dengan alam (dì 地) sebagai sarana, dengan prinsip selaras/harmonis (he yu di).

Baca Selengkapnya

PENDIDIKAN PANCASILA

Pendidikan Pancasila adalah mata pelajaran yang berisi muatan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan yang bertujuan membentuk murid menjadi warga negara yang cerdas, amanah, jujur, berbudi luhur dan bertanggung jawab.

Baca Selengkapnya

BAHASA INDONESIA

Karakteristik.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa reseptif (menyimak, membaca, dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan mempresentasikan, serta menulis).

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

MATEMATIKA

Mata pelajaran Matematika membekali murid dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan serta kapasitas untuk berpikir logis, kritis, dan analitis sehingga mereka belajar bernalar secara bertahap untuk memahami konsep, prinsip, dan solusi dalam matematika. Proses ini juga membentuk sikap positif terhadap matematika dan menumbuhkan nilai-nilai seperti kemandirian, ketekunan, ketelitian, rasionalitas, serta kreativitas.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

BAHASA INGGRIS

Pembelajaran bahasa Inggris difokuskan pada penguatan kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam enam elemen, yakni menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan secara terintegrasi, dalam berbagai jenis teks dengan berbagai jenis moda. Capaian Pembelajaran keenam keterampilan bahasa Inggris ini mengacu pada Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment (CEFR) dan setara level B1

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

IPA-(FISIKA-KIMIA-BIOLOGI) FASE E

Pemahaman IPA FASE D(Untuk diketahui)

Menelaah hasil identifikasi makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya; menganalisis klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ; menganalisis interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang upaya-upaya untuk mencegah dan mengatasi perubahan iklim; menganalisis pewarisan sifat; membuat bioteknologi konvensional di lingkungan sekitarnya; menerapkan pengukuran terhadap aspek fisis dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis ragam gerak, gaya, dan tekanan; menganalisis hubungan usaha dan energi; menganalisis pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan suhu; menganalisis gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan; menganalisis posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya untuk menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim; sertamengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.

Pemahaman IPA FASE E

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Fase D diajarkan secara terpadu, sedangkan pada Fase E dapat diajarkan tersendiri melalui mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi ataupun terpadu, seperti Fase D. Materi IPA yang diajarkan terpadu pada Fase E dilaksanakan dengan unit of inquiry, yaitu sebuah projek untuk menyelesaikan sebuah masalah atau isu lingkungan dari berbagai sudut pandang baik itu fisika, kimia, dan biologi.

Menerapkan prinsip klasifikasi dan strategi pelestarian keanekaragaman hayati; mendeskripsikan peranan virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan; menganalisis interaksi antar komponen ekosistem dan pengaruhnya terhadap keseimbangan ekosistem; menggunakan sistem pengukuran dalam kerja ilmiah; menganalisis gerak dua dimensi; menganalisis pemanfaatan energi alternatif untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi; menganalisis partikel penyusun materi dan menerapkan konsep stoikiometri dalam berbagai aspek kuantitatif reaksi kimia; dan menerapkan konsep IPA untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

FISIKA

Fisika tidak hanya menjelaskan apa dan mengapa suatu gejala alam bisa terjadi, melainkan memberi jalan untuk digunakan secara terintegrasi dengan bidang lain dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan. Misalnya: dengan matematika melalui pemodelan dan formulasi kuantitatif; dengan geografi dalam kajian iklim dan kebencanaan; serta dengan seni dalam aplikasi pencahayaan dan suara.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

KIMIA

Kimia mempelajari susunan dan struktur materi, sifat-sifat materi, bagaimana dan mengapa materi tergabung atau terpisah untuk membentuk materi baru, serta energi yang menyertai perubahannya. Karakter utama ilmu Kimia terletak pada kemampuannya menjembatani antara dunia makroskopik (yang dapat diamati secara langsung), dengan dunia submikroskopik (yang melibatkan atom, molekul, dan ion yang tidak tampak oleh indera). Untuk menjelaskan fenomena ini, pembelajaran Kimia juga menggunakan representasi simbolik berupa rumus kimia, persamaan reaksi, diagram, dan model, sehingga menuntut murid untuk berpikir abstrak dan terampil menghubungkan berbagai bentuk representasi secara terpadu.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

BIOLOGI

Karakteristik.

Biologi adalah ilmu yang mengkaji fenomena kehidupan dan makhluk hidup yang saling terkait dan ketergantungan. Konsep pembelajaran mencakup struktur, sistem fisiologi, morfologi, ruang hidup, serta asal-usul, dan distribusinya. Biologi juga mengkaji makhluk hidup dan karakteristik kehidupannya dari masa ke masa. Pada Fase F, materi Biologi meliputi struktur sel, bioproses dalam sel, pewarisan sifat, evolusi, sistem organ, struktur dan fisiologi pada manusia, pertumbuhan dan perkembangan, serta bioteknologi modern.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

IPS FASE E

Murid belajar menyadari pentingnya kesehatan yang ditanamkan melalui pemahaman faktor sosial dan ekonomi yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat, serta partisipasi dalam kampanye hidup sehat. Dalam hal ini kolaborasi menjadi bagian penting dalam proyek kelompok, misalnya murid diajak untuk melakukan kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan, penyuluhan pola hidup bersih, atau menyusun menu makan sehat dan bergizi secara kelompok. Selain itu, murid dilatih berpikir kritis dengan menganalisis berita dan memverifikasi informasi di era big data sebelum menyebarkannya, sehingga murid menjadi konsumen informasi yang bijak.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

SEJARAH

Mata pelajaran Sejarah disampaikan secara komprehensif, multidimensional, menggunakan berbagai model, metode, dan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi serta memotivasi murid. Mata pelajaran Sejarah melatih murid untuk belajar berpikir kritis, belajar merasakan, belajar berempati, belajar merefleksi serta belajar berkarya.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

GEOGRAFI

Materi esensial mata pelajaran Geografi yang dipelajari murid memiliki potensi yang besar dalam membentuk profil lulusan. Kajian geografi yang meliputi litosfer, pedosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer merupakan pengetahuan yang relevan untuk mempelajari hubungan kausal berbagai gejala dan peristiwa di permukaan bumi. Konsep geografi menghubungkan fenomena serta gejala alam dan sosial menjadi suatu gagasan yang dapat meningkatkan penalaran kritis dan kreativitas murid untuk mengenali diri dan tempat tinggalnya dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

EKONOMI

Digitalisasi telah menghadirkan kemudahan dalam mengakses informasi, melakukan transaksi keuangan, serta meningkatkan mobilitas barang dan jasa. Namun, di sisi lain, ketimpangan ekonomi, pengangguran struktural akibat otomatisasi, dan ketidakpastian pasar juga menjadi tantangan yang memerlukan solusi berbasis ilmu ekonomi. Mata pelajaran Ekonomi dapat membantu murid memahami keterkaitan antara ekonomi dan IPTEK serta bagaimana kebijakan ekonomi dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan sosial. Mata pelajaran Ekonomi tidak berdiri sendiri, tetapi beririsan dengan ilmu lain seperti Matematika (dalam analisis data dan statistik ekonomi), Sosiologi (dalam memahami perilaku ekonomi masyarakat), Geografi (dalam mempelajari ekonomi berbasis sumber daya alam dan lingkungan), serta Teknologi Informasi (dalam memahami digitalisasi ekonomi). Dengan pemahaman lintas bidang, murid diharapkan dapat berpikir secara sistematis dan menyelesaikan masalah ekonomi secara inovatif.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

SOSIOLOGI

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dengan segala kompleksitasnya dan hal-hal yang membentuknya, interaksi sosial dan akibat yang ditimbulkannya, serta perilaku manusia secara kolektif. Seiring waktu, berbagai perubahan mengakibatkan adanya dinamika interaksi sosial. Dinamika dalam berinteraksi sosial memungkinkan munculnya berbagai realitas baru dan beragam gejala sosial-budaya yang terjadi dalam masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang terus berubah sangat penting bagi murid untuk mengenal identitas diri dan lingkungan sosialnya sehingga dapat menyikapi permasalahan dan perubahan sosial yang timbul di masyarakat secara adaptif dan solutif. Dalam konteks interaksi dengan dinamika kehidupan sosial yang terus berubah, etika sosial berperan penting. Etika sosial dapat dapat menjadi panduan nilai hidup yang dapat mencegah dan atau meminimalisir terjadinya konflik, sehingga etika sosial mampu membuat tatanan menjadi teratur bagi masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

ANTROPOLOGI

Secara filosofis, Antropologi berakar pada beberapa prinsip utamanya, yakni: bersifat humanistik, holistik, pendekatan emik dan etik, relativisme budaya, serta kritis dan reflektif. Prinsip humanistik dalam Antropologi mengajarkan bahwa setiap budaya memiliki nilai dan makna yang perlu dipahami secarakontekstual. Holistik menjelaskan bahwa manusia dan masyarakat tidak bisa dipahami hanya dari satu aspek saja, melainkan dari berbagai dimensi yang saling berkaitan. Pendekatan emik dan etik sangat dikenal dalam Antropologi, secara sederhana pendekatan emik menganalisa perilaku seseorang dengan mendapatkan informasi dari pelaku budayanya sendiri (native’s point of view), sementara etik menganalisa perilaku atau gejala dari sudut pandang luar atau perspektif seorang peneliti (scientist’s point of view). Relativisme budaya merupakan sikap menghindari bias etnosentrisme dan mengajarkan apresiasi terhadap perbedaan budaya. Kritis dan reflektif harus dimiliki dalam proses pembelajaran. Perubahan sosial dan budaya yang disebabkan oleh berbagai faktor berdampak pada pola perilaku kebudayaan masyarakat. Oleh karena itu, Antropologi dengan prinsip etis-emik, relativisme, serta pendekatan reflektif-kritis diperlukan oleh murid sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

PRAKARYA KEWIRAUSAHAAN PENGOLAHAN

Pendekatan proyek dalam pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan menjadi sarana bagi murid untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Contohnya, pada implementasi pembelajaran pembuatan produk olahan pangan, murid dapat mengaplikasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu seperti IPA, untuk mengetahui karakteristik bahan dasar yang akan diolah, menganalisis kandungan gizi, dan proses pengolahan bahan pangan; Matematika, untuk menghitung perbandingan kebutuhan bahan, analisis biaya produksi, dan perhitungan untung rugi; IPS untuk memahami pasar dan perilaku konsumen; BahasaIndonesia untuk menyusun proposal usaha, pembuatan label pada kemasan produk, dan materi promosi produk, serta Seni untuk mendesain kemasan yang menarik dengan memanfaatkan teknologi.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

PJOK

Perjalanan kurikuler PJOK (Fase F: mengembangkan keahlian) dapat digambarkan melalui ilustrasi bentuk berlian dengan kecilnya area bagian bawah yang menggambarkan pengenalan awal dengan keterampilan gerak fundamental. Keterampilan gerak fundamental yang solid ini penting karena akan menjadi prasyarat penting untuk kecakapan bergerak di kemudian waktu. Kenyataannya, mereka yang aktif berpartisipasi dalam olahraga, aktivitas jasmani, ataupun rekreasi aktif sepanjang hayat adalah mereka yang memiliki keterampilan gerak fundamental yang mapan, mengeksplorasi berbagai kemungkinan partisipasi, dan pada akhirnya menentukan pilihan partisipasi tertentu dengan bekal keahlian geraknya.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

BAHASA JEPANG

Pendekatan pembelajaran bahasa Jepang menggunakan pendekatan komunikatif, berbasis teks, dan/atau pendekatan pembelajaran bahasa lainnya yang relevan melalui pemanfaatan teks multimodal. Penggunaan informasi untuk menjelaskan dan/atau menjawab pertanyaan menggambarkan suatu pemahaman proses berpikir tingkat tinggi.

Dalam struktur kurikulum mata pelajaran bahasa Jepang masuk dalam kelompok pilihan pada Fase F jenjang pendidikan menengah setara Level A2.1 (pemula) JF Standard. Dalam JF Standard terdapat Can-do CEFR dan Can-do JF.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

INFORMATIKA

Mata pelajaran Informatika memberikan fondasi berpikir komputasional, sesuai dengan konteks Indonesia yang beragam. Murid ditantang untuk berinovasi secara kreatif, menyelesaikan persoalan nyata yang dapat diselesaikan secara komputasional secara berjenjang, mulai dari persoalan dan data yang kecil dan sederhana sampai dengan yang besar, kompleks, dan rumit. Mata pelajaran Informatika mendukung enam literasi dasar serta pemodelan dan simulasi berdasarkan sains komputasional (computational science). Mata pelajaran Informatika juga meningkatkan kemampuan Murid untuk memaksimalkan potensi yang bisa diraih di dunia digital melalui kecakapan digital, bijak beretika digital, dan berbudaya Pancasila dalam dunia digital, serta mampu hidup aman dan seimbang di dunia digital.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL(KA)

Integrasi pembelajaran Koding dan KA dalam pendidikan memungkinkan pemanfaatan teknologi secara optimal untuk mendukung pembangunan nasional. Dalam aspek penguatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, pembelajaran ini mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah, yang sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing global. Dari sisi ekonomi berkelanjutan, kemampuan dalam koding dan KA membuka peluang ekonomi baru, mendukung inovasi, dan mendorong pertumbuhan industri digital, sehingga memungkinkan generasi muda berkontribusi pada ekonomi kreatif.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

BAHASA INDONESIA TL

Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan literasi. Semua bidang kajian, bidang kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan kemampuan literasi. Literasi menjadi kemampuan dan praktik sosial yang digunakan untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang menguatkan kemampuan literasi dan praktik sosial untuk berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks sosial budaya Indonesia. Dalam hal ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia berhubungan dengan semua mata pelajaran lainkarena bahasa Indonesia menjadi penghela untuk semua mata pelajaran. Integrasi lintas-disiplin (interdisciplinary learning) antara Bahasa Indonesia dengan mata pelajaran lain semakin nyata. Mata pelajaran Bahasa Indonesia mendukung pemahaman konsep mata pelajaran lainnya. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan pelajaran lainnya sangat diperlukan. Penggunaan teks digital dalam pembelajaran, literasi media dan informasi di era digital, integrasi teknologi dalam analisis teks dan penulisan menjadi kajian yang penting saat ini. Keterampilan-berbahasa, apresiasi dan ekspresi seni melalui sastra, dan komunikasi ilmiah melalui keterampilan menyusun argumen dan laporan akan sangat mendukung penguatan karakter dan penguasaan IPTEKS.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

MATEMATIKA TL

Matematika Tingkat Lanjut memuat materi pembelajaran untuk memperdalam pemahaman konsep-konsep matematika yang telah dipelajari pada mata pelajaran Matematika sebelumnya. Mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut merupakan mata pelajaran pilihan dalam struktur kurikulum di fase F dalam memperkuat abstraksi murid dalam meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan matematika yang dibutuhkan dalam berbagai bidang disiplin ilmu seperti teknikdan kerekayasaan serta aplikasi lainnya yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

BAHASA INGGRIS TL

Pembelajaran bahasa Inggris Tingkat Lanjut ini memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi pada keenam keterampilan bahasa Inggris yang meliputi Menyimak-Berbicara, Membaca-Memirsa, dan Menulis-Mempresentasikan. Capaian Pembelajaran minimal keenam keterampilan bahasa Inggrispada program bahasa Inggris Tingkat lanjut ini mengacu pada Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment (CEFRL) yang setara level B2. Kemampuan berbahasa Inggris level B2 adalah tingkat kompetensi berbahasa Inggris level empat (Upper Intermediate) dalam Common European Framework of Reference (CEFR). Dalam percakapan sehari-hari, tingkat ini biasa disebut sebagai tingkat ketika murid sudah mampu menggunakan bahasa Inggris dengan percaya diri.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

SEJARAH TL

Keberadaan mata pelajaran Sejarah tingkat lanjut diharapkan akan menguatkan posisi mata pelajaran sejarah kelompok dasar, yang dibangun dari substansi sejarah Indonesia dalam rangka membangun identitas dan karakter bangsa. Mata pelajaran Sejarah tingkat lanjut memberikan pilihan kepada murid untuk: 1) memperdalam, maupun melanjutkan studi ilmu sejarah, pendidikan sejarah, arkeologi, hubungan internasional, politik, filsafat, dan bidang ilmu lain yang relevan; serta 2) mengenalkan murid dengan profesi, komunitas, dan kegiatan kesejarahan.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

SENI RUPA

Pembelajaran mendalam mata pelajaran Seni Rupa memberikan pengalaman belajar dimana mereka memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam berproses karya seni rupa, melalui praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan digital.

Diposting pada: Desember 2025 Baca Selengkapnya

......

Coming Soon.

Baca Selengkapnya
Homepage