Lanjutan dari Pendidikan Agama Katolik
Karakteristik
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti berusaha memperkenalkan Allah yang Maha Kuasa dan Maha Rahim dalam diri Yesus Kristus kepada murid tingkat dasar dan menengah agar mereka menjadi manusia beriman. Usaha ini dilakukan fase demi fase dalam capaian pembelajaran melalui pendalaman materi-materi esensial yang terwujud dalam empat elemen, yaitu pribadi peserta didik, Yesus Kristus, gereja, dan masyarakat.
CP Pendidikan Agama Katolik FASE E:
- Pribadi Peserta Didik: Memahami dirinya sebagai pribadi yang unik, kesetaraan antara laki-laki dan perempuan,memiliki keutuhan martabat sebagai citra Allah; memahami suara hati, mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap pengaruh media massa, media sosial, ideologi, dan gaya hidup saat ini.
- Yesus Kristus: Memahami Yesus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat yang mewartakan kerajaan Allah, mengalami sengsara, wafat, bangkit, dan naik ke surga; memahami Tri Tunggal Maha Kudus, peran Roh Kudus; menjadikan Yesus sebagai idola dan sahabat sejati.
- Gereja: Memahami kitab suci, radisi suci dan magisterium sebagai sumber ajaran kristiani.
- Masyarakat: Memahami hidup berpola pada pribadi Yesus Kristus dalam mewujudkan imannya di tengah masyarakat.
CP Pendidikan Agama Katolik FASE F:
- Pribadi Peserta Didik: Memahami makna panggilan hidup berkeluarga,membiara, klerus, karya/profesi.
- Yesus Kristus: --
- Gereja: Memahami gereja sebagai umat Allah; memahami sifat gereja; memahami peran hierarki dan awam; memahami karya pastoral gereja (Kerygma, Koinonia, Liturgia, Diakonia, Martyria).
- Masyarakat: Memahami hubungan gereja dan dunia, ajaransosial gereja, hak asasi manusia dalam terang kitab suci; memahami budaya kasih, menghargai hidup; memahami makna kejujuran, keadilan, kebenaran, dan pelestarian lingkungan hidup; memahami keberagaman masyarakat Indonesia, moderasi beragama dalam konteks dialog dan kerja sama; memahami peran umat Katolik dalam membangun bangsa dan negara.
Sumber: CP Versi 2025.