Sudah dilihat: 321 kali

Sekar Mojo

USAHA BATIK SEKAR MOJO

Disusun sebagai persyaratan program Kewirausahaan sekolah SMA Negeri 1 Gondang Kab. Mojokerto Prov. Jawa Timur

Oleh : Hj. Nurul Wakhidah, S.Pd., M.M.Pd.

NIP. 196609212002122002

SMA NEGERI 1 GONDANG CABANG DINAS PENDIDIKAN KAB / KOTA MOJOKERTO KANTOR WILAYAH PROVINSI JAWA TIMUR 2023

SMAGO

Batik Sekar Mojo

Usaha Batik Sekar Mojo dalam Proses Produksi Batik Tulis Karya Siswa Sebagai Upaya Pengembangan Kecakapan siswa sebagai karakter budaya di SMAN 1 Gondang Kabupaten Mojokerto

Latar Belakang

Usaha adalah sesuatu bentuk kegiatan secara pribadi atau kelompok yang dapat menghasilkan uang dan dapat meningkatkan taraf hidup seseorang untuk kehidupan yang lebih baik. Suatu badan usaha yang kita jalankan dapat menghasilkan laba, atau pendapatan yang semaksimal mungkin, dengan menyelenggarakan usaha yang bermanfaat dan menguntungkan dalam kesejahteraan hidup. Selain itu, dalam menjalankan usaha harus mengikuti kaidah – kaidah hokum ekonomi yang rasional serta norma-norma kebiasaan dalam dunia usaha sehingga dapat membantu program-program pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah. Agar dapat memenuhi kebutuhan pasar atau masyarakat, pemerintah tidak hanya bekerja sendiri, tetapi juga membuka luas bagi pihak swasta untuk berpartisipasi memenuhi permintaan akan kebutuhan pokok masyarakat yang makin meningkat.

Aktifitas produksi dan perdagangan merupakan suatu komponen ekonomi dan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat khususnya civitas akademika SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto, maka kami berinisiatif untuk membuka program kewirausahaan batik, yang bergerak dibidang produksi dan riset pengembangan desain batik khas motif sekarmojo yang mana program batik tersebut sudah dijalankan pada mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Gondang MoJokerto sejak tahun 2010.

SMAGO

Di Indonesia batik dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit, kemudian menyebar ke kerajaan-kerajaan lain dan diturunkan kepada generasi raja-raja selanjutnya. Pada awalnya, batik yang dikenal adalah batik tulis. Batik tersebut dibuat dengan bahan dasar kain yang pada awalnya juga ditenun sendiri. Bahan-bahan pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna yang diambil dari alam di daerah setempat (pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dsb). Proses pembuatan batik ini sangat lama, memakan waktu paling cepat dua minggu jika cuaca bagus dan yang pasti pembatiknya sudah profesional.

Batik mulai dikenal dan digunakan oleh masyarakat umum pada awal abad ke-19. semua jenis batik yang dikenal masih berupa batik tulis. Setelah tahun 1920 M, mulai dikenal batik cap (batik cetak). Waktu yang dibutuhkan untuk membuat batik cetak lebih cepat. Dalam waktu satu minggu seorang pembatik dapat menyelesaikan batiknya. Pada awal abad ke-20 dikenal mori import dan obat-obat pewarna import, usaha-usaha batik semakin berkembang.

Seni batik masih terus berkembang sampai saat ini. Daerah-daerah penghasil batikpun semakin banyak dengan berbagai jenis batik, baik batik tulis, batik cap, maupun batik printing.

Batik merupakan lukisan di atas kain yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian. Pada awalnya, batik hanya dikenal oleh kalangan keraton. Batik terdiri dari berbagai motif dan setiap motif merupakan simbol bagi pemakainya, seperti motif-motif parang dan kawung yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan. Pada perkembangannya, batik menyebar ke kalangan masyarakat umum.

SMAGO

VISI dan MISI Batik Sekarmojo

Sesuai dengan bentuk program batik sekarmojo, yang berorientasi pada suatu seni batik tradisional atau batik tulis maka memiliki visi dan misi untuk : 1. Memperkenalkan seni batik tradisional kepada seluruh masyarakat khususnya civitas akademika SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto. 2. Melestarikan seni batik tradisional yang mulai menghilang akibat perkembangan jaman dan teknologi. 3. Membantu Negara dalam hal menambah khasanah budaya batik nusantara. 4. Berusaha mengangkat derajat masyarakat lingkungan sekitarnya. 5. Memotivasi kalangan muda untuk berbisnis. 6. Memberi dorongan atau semangat kepada masyarakat khususnya civitas akademika SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto untuk lebih mencintai produk lokal.

SMAGO

Tujuan Kewirausahaan Batik Sekarmojo

Adapun tujuan kegiatan program kewirausahaan Batik Sekarmojo adalah meningkatkan kualitas produksi batik tulis guna memaksimalkan keuntungan (profitability) sebagaimana komunitas kewirausahaan lainnya. Untuk mencapai semua itu program kewirausahaan batik sekarmojo tersebut menerapkan strategi yang relevan, yaitu : 1. Strategi jangka pendek, merupakan strategi yang tidak berdampak pada perubahan kapasitas produksi. 2. Strategi jangka panjang, merupakan strategi yang berdampak pada perubahan kapasitas produksi. 3. Menciptakan peluang kerja bagi output siswa-siswi SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto . 4. Mengurangi jumlah pengangguran di masyarakat sekitar yang dekat dengan SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto . 5. Membantu masyarakat untuk menciptakan peluang usaha. 6. Mewujudkan progam pemerintah untuk membeli produk-produk lokal dan mengkampanyekan batik ke mancanegara.

Pandangan usaha Batik Sekarmojo Collection

Batik Sekarmojo Collection adalah program kewirausahaan yg bergerak dalam bidang tekstil dan riset desain motif majapahit, khusus untuk memproduksi batik, kenapa Batik Sekarmojo Collection bergerak dalam bidang batik ?, karena batik itu adalah identitas bangsa indonesia, dengan harapan untuk Batik Sekarmojo Collection ini bisa memperkenalkan Batik kepada civitas akademik SMA Negeri 1 Gondang dan lingkungan sekitar sekolah sekitar, dengan cara memproduksi kain batik dan berkembang produksi baju-baju batik dengan cita-cita besar mengekspor ke luar negeri, dan kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection juga ikut membantu mewujudkan progam pemerintah untuk meningkatkan lifeskill siswa dan mengurangi pengangguran dengan cara membuka lowongan alumni SMAN 1 Gondang Mojokerto dan mempekerjakan masyarakat sekitar.

SMAGO

Usaha Batik Sekarmojo Collection berinovasi dalam hal batik dengan cara menggabungkan antara kain-kain modern seperti jins, sutra dan lain sebagainya dengan kain-kain tradisonal seperti batik, songket dan tenun manual / ATBM, di harapkan dengan membuat inovasi seperti ini bisa di minati khalayak umum dari yang muda sampai yang tua. Dan soal harga kita juga menyesuaikan bagi masyarakat menengah ke bawah, agar siswa dan semua masyarakat bisa membeli produk inovasi dari team Batik Sekarmojo SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto.

PROFIL PROGRAM KEWIRAUSAHAAN BATIK SEKARMOJO

Berawal dari kegiatan workshop dan seminar batik yang dilakukan tim MGMP Seni Budaya SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto bekerjasama dengan program studi batik Institut Isi Indonesia (ISI Surakarata) kami mulai memberanikan diri untuk membuat sebuah komunitas batik yang berisi siswa-siswa terampil membatik, berbekal bonek atau bondo nekat terbentuklah komunitas batik smago yang mempunyai basecamp di serambi perpustakaan SMAGO tempat kami memulai berkarya, mengandalakan jam kosong dan sukarelawan pembatik siswa smago banyak terlahir karya-karya batik yang lucu, unik, dan karakter yang berbeda dari batik pada umumnya. Berawal dari serambi perpus disekolah yang kita cintai ini, kita memberanikan ikut lomba-lomba batik tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi, alhamdulilah dari usaha dan kerja keras siswa-siswa dan para pengampu seni budaya dan tentunya support penuh dari bunda Hj. Nurul Wakhidah yang selalu mendukung life skill batik. Produksi batik yang sudah kami lakukan sedikit-demi sedikit sudah layak jual dan layak pakai, dengan berbagai apresiasi dari beberapa tamu yang datang, dari semua apresiasi positif dan negatif itu adalah masukkan yang sangat berharga bagi team kami. Eksistensi Batik Sekarmojo Collection dimulai dan Bertempat di jalan Raya Pugeran 61, kami mulai menerima pesanan custom dr beberapa siswa dan guru, dengan berbagai jenis desain batik. Dengan beberapa alasan, akhirnya pada tahun 2017, kami memfokuskan diri pada produksi dan jasa pembuatan dan menyediakan busana dengan motif batik.

SMAGO

Ada pepatah Jawa “Ajining Raga Saka Busana”, yang dalam bahasa Indonesia “ Barang siapa ingin disegani dan dihormati oleh orang lain, maka lihatlah cara berpakaiannya”. Artinya pula “Busana adalah media bagaimana Anda ingin dikenal”. Dengan dasar tersebut, tahun 2017, Kewirausahaan Batik Sekarmojo memantapkan diri untuk mulai mengerjakan baju mulai dari desain batik, desain busana, sampai proses produksi.

Dalam menjalankan usaha, Kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection didukung oleh pabrikan tekstil, konveksi jahit, bordir, ahli pola serta konsultan manajemen. Dukungan untuk mendapatkan komponen bahan dalam pembuatan busana, juga didapatkan Kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection dari pusat perdagangan Pasar Turi Surabaya, Pasar Kapasan, dan jalan Slompretan Surabaya, pengrajin kancing, pengrajin kain tradisional dari beberapa daerah di Jawa tengah, Surabaya, Madura, maupun Bali, sehingga lebih efektif dan tepat sasaran dalam melayani keinginan maupun kebutuhan pelanggan.

Rancang Gambar

SMAGO

Rancang gambar motif batik sekaligus pemilihan warna bahan maupun warna (baik yang di desain khusus maupun dengan desain yang sudah tersedia), dikerjakan secara tradisional maupun pabrikasi.

Produksi Batik

Aplikasi pendukung busana berupa Bordir maupun sablon, dapat kami kerjakan dengan kapasitas sesuai kebutuhan pelanggan. Selain itu untuk ornament pada busana, kami juga didukung oleh para pengrajin tradisional.

Manajemen Produksi Batik

Dengan manajemen produksi secara terspesialisasi sampai dengan akhir proses pengemasan, Kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection berharap dapat memenuhi sasaran kebutuhan yang diinginkan pelanggan.

Pelatihan dan Pengembangan Batik

Dalam menjamin standarisasi dan produktivitas batik, kami tidak hanya focus pada produksi saja, tetapi kami juga konsern dalam peningkatan mutu dan skill siswa pembatik baik dari dalam maupun luar komunitas kewirausahaan Batik Sekarmojo. Dengan dibantu dari tenaga ahli jurusan batik fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta, kami menjamin kualitas dan kuantitas siswa kami untuk bisa memproduksi batik dengan standar yang sudah kami tetapkan.

SMAGO

Pengurus

  • Nama: Bambang Parikesit, S.Pd
  • Jabatan dalam perusahaan: Koordinator Program Kewirausahaan Batik Sekarmojo
  • Tempat/Tanggal Lahir: Mojokerto, 29 April 1983
  • NIP: 19830429 201001 1 011
  • Alamat: Teras RT 3/3 TambakAgung, Puri, Kab. Mojokerto
  • No. Telepon: 08563557117
  • E mail: bambangparikesit@rocketmail.com
  • Pendidikan Terakhir: Sarjana Pendidikan (Seni Rupa)
  • Nama: Norma Orbaniati, S.Pd
  • Jabatan dalam perusahaan: Anggota Program Kewirausahaan Batik Sekarmojo
  • Tempat/Tanggal Lahir: Mojokerto, 05 Mei 1969
  • NIP: 19690505 199201 2 001
  • Alamat: Sumberwono Kec. Bangsal Kab. Mojokerto
  • No. Telepon: 08123090076
  • E mail :
  • Pendidikan Terakhir: Sarjana Pendidikan (Biologi)

Identitas Program Usaha

  • Nama usaha: Batik Sekarmojo Collection
  • Bentuk usaha: UD (usaha dagang)
  • Jenis Usaha Utama: Industri Batik
  • Alamat: Jl. Raya Pugeran 61 Gondang Mojokerto Jawa Timur
  • No. Telepon: 0321 - 510314
  • Izin Tempat Usaha: SMA Negeri 1 Gondang Kab. Mojokerto Jawa Timur
SMAGO

Bentuk Usaha

Program Kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection adalah usaha yang masuk dalam bentuk usaha UD atau usaha dagang dan PD atau Perusahaan dagang. Usaha Dagang adalah suatu badan usaha yang dijalankan secara mandiri oleh satu orang saja dan tidak memerlukan suatu partner dalam berusaha. Kalaupun ada yang membantu usaha tersebut, kedudukannya tidak sama dengan pemilik UD. Jadi, orang yang membantu itu tidak memiliki UD tersebut, tetapi hanya bertindak selaku karyawan ataupun bawahan UD.

Di mata hukum, UD sama dengan pemiliknya. Artinya, tidak ada pemisahan kekayaan ataupun pemisahan tanggung jawab antara UD dan pemiliknya. Jadi, perbuatan hukum yang dilakukan UD adalah perbuatan hukum pemiliknya. Dan bisa dibilang, jika UD tersebut bangkrut, pemiliknya pun bangkrut karena sumber keuangan UD sepenuhnya bersumber dari kekayaan pemiliknya.

Secara hukum, UD adalah badan usaha dari pemiliknya yang ingin melegalkan usaha tersebut dalam suatu badan tertentu dan mengurus perijinan bagi usahanya tersebut. Sebenarnya, tidak ada bedanya jika anda mengajukan dirinya sendiri untuk menjadi pengusaha perseorangan dengan mengajukan Izin Usaha karena pendirian UD/PD tidak wajib dibuat dalam Akta Notaris. Namun dalam praktiknya, biasanya pihak instansi menginginkan dasar yang lebih kuat dalam pembentukan UD untuk bisa menerbitkan perizinannya.

Perusahaan Dagang (PD) atau Usaha Dagang (UD) merupakan perusahaan perseorangan yang biasanya dilakukan atau dijalankan oleh satu orang pengusaha. 30 Perusahaan perseorangan ini modalnya dimiliki oleh satu orang. Pengusahanya langsung bertindak sebagai pengelola yang kadangkala dibantu oleh beberapa orang pekerja. Pekerja tersebut bukan termasuk pemilik tetapi berstatus sebagai pembantu pengusaha dalam mengelola perusahaannya berdasarkan perjanjian kerja atau pemberian kuasa. Perusahaan perseorangan ini biasa disebut dengan one man corporation.

Dalam perusahaan perseorangan kadang-kadang tampak banyak orang yang bekerja, tetapi mereka itu adalah pembantu pengusaha dalam perusahaan, yang hubungan hukumnya dengan pengusaha bersifat perburuhan dan pemberian kuasa.

Kedudukan hukum dari Perusahaan Dagang (PD) atau Usaha Dagang (UD) tidaklah tegas karena tidak dapat dikategorikan dengan Maatschap, Firma, dan CV yang diatur dalam KUHD. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seakan-akan cendrung mempersamakan bentuk perusahaan perseorangan ini dengan “Handelsvennootschap” yang dapat mendekati pengertian “vennootschap” pada umumnya seperti Maatschap, Firma, dan CV. Padahal pengertian vennootschap (menurut BW baru Belanda) adalah suatu perjanjian yang diadakan oleh dua orang atau lebih yang mana mengikatkan diri untuk bersama-sama membiayai, mengerjakan atau menjalankan suatu perusahaan.

Jelaslah bahwa pengertian Perusahaan Dagang (PD) atau Usaha Dagang (UD) berbeda dengan vennootschap (persekutuan) pada umumnya. Perusahaan Dagang (PD) atau Usaha Dagang (UD) terlihat lahir dari hukum kebiasaan.

KUHD sendiri tidak mengatur secara khusus mengenai perusahaan perseorangan, akan tetapi dalam praktek (hukum kebiasaan) diakui sebagai pelaku usaha. Di dalam dunia usaha, masyarakat telah mengenal dan menerima bentuk perusahaan perseorangan yang disebut Perusahaan Dagang (PD) atau Usaha Dagang (UD). Perusahaan Dagang (PD) atau Usaha Dagang (UD) ini berbeda dengan vennootschap (persekutuan) yang terletak pada jumlah pengusahanya. Jumlah pengusaha dalam perusahaan perseorangan seperti PD hanya seorang, sedangkan jumlah pengusaha dalam persekutuan dua orang atau lebih. Pada Perseroan Terbatas (salah satu contoh persekutuan), jumlah pengusahanya sama dengan jumlah pemegang saham, yang berarti bahwa keseluruhan pemegang saham pada PT adalah pengusaha.

SMAGO

Walaupun KUHD tidak mengatur secara khusus mengenai Perusahaan perdagangan (PD), karena eksistensinya diakui sebagai bentuk usaha, maka pemerintah berupaya melegalisasinya dengan cara yang berbeda. Hal ini dapat di lihat dengan dikeluarkannya keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 23/MPP/KEP/1/1998, tentang Lembaga-lembega Usaha Perdagangan. Pasal 1 butir 3 KEP MPP ini disebutkan: “Lembaga perdagangan adalah suatu instansi/badan yang dapat berbentuk perorangan atau badan usaha…”

Tidak ada persyaratan khusus atau standar yang harus dipenuhi guna mendirikan Perusahaan Dagang. Hanya dalam praktek pada umumnya pendirian PD ini dibuat dengan akta notaris . kemudian diikuti dengan permohonan “izin usaha” kepada kepala Kantor Perdagangan dan permohonan “izin tempat usaha” kapada Pemerintah Daerah setempat. Perlu diketahui bahwa ada atau tidak ada akta notaris, PD (usaha dagang) ini tetap bisa didirikan. Keberadaan akta hanya sebagai alat bukti semata, bukan sebagai syarat bahwa ia adalah badan hukum. Sudah tentu akta pendirian itu sangat sederhana sebab tidak memerlukan anggaran dasar. Dengan adanya akta pendirian yang notariil ini, orang berpendapat bahwa kedudukan hukum perusahaannya lebih kuat. Tetapi sebenarnya akta pendirian yang notariil ini tidak diharuskan. Akta ini juga tidak perlu didaftarkann kepada kepaniteraan Pengadilan Negeri dan pula tidak perlu diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI.

Di Inggris, bentuk perusahaan yang berwujud PD ini dikenal sebagai Sole Traders. Di Amerika dikenal sebagai Proprietorships. Perusahaan demikian merupakan tipe organisasi bisnis atau perusahaan yang paling sederhana.

SMAGO

Perusahaan berbentuk PD atau UD ini memiliki kelebihan dan kelemahan, yaitu:

Kelebihan:

  1. Aktivitas relatif lebih sedikit dan sederhana sehingga organisasinya mudah
  2. Biaya organisasi rendah
  3. Pemilik bebas mengambil keputusan
  4. Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan
  5. Rahasia perusahaan terjamin
  6. Pemilik lebih giat berusaha
  7. Pendirian dan pembubarannya mudah karena tidak memerlukan formalitas
SMAGO

Kekurangan:

  1. Tanggungjawab pemilik tidak terbatas
  2. Sumber keuangan perusahaan terbatas sehingga kemampuan investasi pun terbatas
  3. Status hukum perusahaan bukan badan hukum
  4. Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin
  5. Seluruh aktivitas manajemen dilakukan sendiri, sehingga pengelolaan manajemen menjadi kompleks
  6. Kemampuan manajerial biasanya terbatas
  7. Bila pemilik perusahaan meninggal dunia atau sakit dalam waktu yang lama maka aktivitas perusahaan juga ikut terhenti

Nama Usaha

Nama usaha yang kami pilih untuk menjadi nama usaha kami adalah Batik Sekarmojo Collection, kata SEKARMOJO itu berasal dari 2 kata Sekar dan Mojo, itu semua adalah dari bahasa jawa dan memiliki arti SEKAR adalah Bunga, MOJO adalah buah khas asli mojokerto yang rasanya pahit dan sudah melegenda sejak jaman kerajaan majapahit, dengan filosofi SEKARMOJO kami menggunakan merek / brand tersebut itu agar produk yang di buat oleh Batik Sekarmojo Collection bisa menjadi produk batik khas mojokerto yang kedepan bisa melahirkan motif dan produk batiknya bisa member khasanah batik nusantara yang sangat beragam corak dan karakternya dan menjadi kiblat bagi seluruh fashion dunia.

SMAGO

Lokasi Usaha

Penentuan lokasi perusahaan itu sangat penting karena lokasi perusahaan itu mempengarui perusahaanya nanti kedepannya ,lokasi sangat penting bagi perusahaan dalam mengadakan aktivitas usaha ,karena akan mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang menentukan kelangsungan hidup baik sekarang atau masa yang akan datang.

Dengan adanya penentuan lokasi perusahaan yang tepat atau baik akan menentukan :

  1. Kemampuan program kewirausahaan melayani konsumen dengan memuaskan.
  2. Mendapatkan bahan-bahan yang mentah yang cukup dengan harga yang layak.
  3. Mendapat tenaga kerja yang cukup untuk melakukan aktifitas produksi.
  4. Memungkinkan adanya perluasan produksi di kemudian hari. Oleh karena itu kami memutuskan untuk memilih lokasi yang sekiranya masuk dalam kriteria yang ada di atas yaitu di Jalan Raya Pugeran 61 dengan mempertimbangkan berbagai hal.

Struktur Organisasi

Bagan struktur organisasi secara terperinci dapat dilihat pada lampiran. Posisi Pembina dan Penanggung jawab (Kepala Sekolah) dipegang oleh Ibu Hj. Nurul Wakhidah, S.Pd. M.MPd. dan pada posisi manajemen inti Program Kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection Bambang Parikesit, S.Pd. sebagai koordinator utama dibantu Ibu Norma Orbaniati, S.Pd. sebagai bendahara program dan Bapak Heri Samsudin, S.Pd. sebagai anggota

Personalia

Dalam rangka pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, SDM Program Kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection telah diikutkan berbagai macam kegiatan kursus dan pelatihan untuk meningkatkan keahlian maupun ketrampilan sesuai bidang kerja masing-masing. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain :

  1. Workshop Batik dengan Institut Seni Indonesia Surakarta th 2016
  2. Kursus dasar batik
  3. Kursus proses pembuatan batik tulis
  4. Kursus computer
  5. Penyuluhan mengenai saluran limbah perusahaan
  6. Penyuluhan mengenai kesehatan tenaga kerja
  7. Penyuluhan mengenai peningkatan mutu produk
  8. Penyuluhan mengenai system pengupahan tenaga kerja
  9. Pendidikan dan latihan proses pembuatan batik warna alam dan masih banyak kegiatan yang lainnya.
Sebagian besar kegiatan yang dilakukan Program Kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection adalah kegiatan yang membutuhkan kecermatan dan ketelitian, oleh karena itu komposisi pekerja wanita lebih besar dibandingkan pekerja pria

SMAGO

Sejarah Berdirinya Usaha Batik

Awal Program Kewirausahaan Batik Sekarmojo Collection ini tidak terlepas dari sosok Bapak Drs. Hadi Sucipto (Alm) pada saat itu Berawal dari kegiatan workshop dan seminar batik yang dilakukan tim MGMP Seni Budaya SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto bekerjasama dengan program studi batik Institut Isi Indonesia (ISI Surakarata) kami mulai memberanikan diri untuk membuat sebuah komunitas batik yang berisi siswa-siswa terampil membatik, berbekal bonek atau bondo nekat terbentuklah komunitas batik smago yang mempunyai basecamp di serambi perpustakaan SMAGO tempat kami memulai berkarya, mengandalakan jam kosong dan sukarelawan pembatik siswa smago banyak terlahir karya-karya batik yang lucu, unik, dan karakter yang berbeda dari batik pada umumnya. Berawal dari serambi perpus disekolah yang kita cintai ini, kita memberanikan ikut lomba-lomba batik tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi, alhamdulilah dari usaha dan kerja keras siswa-siswa dan para pengampu seni budaya dan tentunya support penuh dari bunda Hj. Nurul Wakhidah yang selalu mendukung life skill batik. Produksi batik yang sudah kami lakukan sedikit-demi sedikit sudah layak jual dan layak pakai, dengan berbagai apresiasi dari beberapa tamu yang datang, dari semua apresiasi positif dan negatif itu adalah masukkan yang sangat berharga bagi team kami. Eksistensi Batik Sekarmojo Collection dimulai dan Bertempat di jalan Raya Pugeran 61, kami mulai menerima pesanan custom dr beberapa siswa dan guru, dengan berbagai jenis desain batik. Dengan beberapa alasan, akhirnya pada tahun 2017, kami memfokuskan diri pada produksi dan jasa pembuatan dan menyediakan busana dengan motif batik.

Ada pepatah Jawa “Ajining Raga Saka Busana”, yang dalam bahasa Indonesia “ Barang siapa ingin disegani dan dihormati oleh orang lain, maka lihatlah cara berpakaiannya”. Artinya pula “Busana adalah media bagaimana Anda ingin dikenal”. Dengan dasar tersebut, tahun 2017, Kewirausahaan Batik Sekarmojo memantapkan diri untuk mulai mengerjakan baju mulai dari desain batik, desain busana, sampai proses produksi.

Selain itu terjadi pula regenerasi ide dari almarhumah Pak Cip kepada Pak Bambang Parikesit dan team, didukung sepenuhnya oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gondang Ibu Hj. Nurul Wakhidah yang juga memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang memadai didalam dunia usaha, khususnya batik.

SMAGO

Ciri khas yang tercermin pada Program kewirausahaan Batik Sekarmojo adalah lebih mengutamakan kepada padat karya (Labour Intensive) dimana dalam proses produksi hampir keseluruhan tahapan prosesnya bersifat manual, sehingga memerlukan jumlah tenaga kerja yang relative banyak dan berorientasi pada produksi masal dan bervisi ekspor ke luar negeri (Export Oriented) dimana hal tersebut terlihat dari besarnya konsumen wisatawan mancanegara serta proporsi penjualan ekspor yang cukup besar.

Lingkungan pengembangan Program kewirausahaan Batik Sekarmojo, usaha batik ini terbentuk dari beberapa faktor, yaitu kondisi wilayah, kebijakan pemerintah / Sekolah setempat, tingkat persaingan dan perubahan-perubahan yang terjadi didalam maupun diluar negeri.

Dalam proses produksi, Program kewirausahaan Batik Sekarmojo membutuhkan jenis bahan baku kain berupa 100% Cotton Prima, 100% Cotton Primissima, 100% Silk atau Sutera, Voillisima, HTS 9, Berkolissima, Lycra, dan lain-lain yang diganakan untuk bahan baku kain, sedang alat-alat yang dibutuhkan untuk membatik adalah canting, cap, kompor khusus batik, wajan kecil, Loyang, malam (lilin khusus batik), gawangan, tempat penggodokan dan tempat pencelupan, steam, mesin pemanas, screan printing yang digunakan untuk proses produksi batik dan mesin jahit dan mesin obras serta alat-alat lain yang menunjang jalannya proses produksi untuk konveksi. Dalam hal pewarnaan dibutuhkan Naptol dan garam pewarna yang harus diimpor dari Jerman, Jepang dan Cina. Selain itu dalam rangka menyongsong era globalisasi berupa liberalisasi, Program kewirausahaan Batik Sekarmojo mulai belajar dan akan menerapkan Total Quality Management (TQM) pada proses produksinya guna memperoleh sertifikat ISO 9000 dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia.

Hasil Batik

Batik Sekarmojo Collection merupakan salah satu bagian dari industri batik yang ada di Indonesia, maka kami memproduksi berbagai macam batik sesuai dengan bahan kain yang digunakan, yaitu :

  • Berupa kain batik Sutera, Katun (Primissima dan Prima), Lycra, HTS 9 atau Rayon, Voillisima, Berkolissima, dll.
  • Berupa pakaian Pria, wanita dan anak-anak.
  • Berupa perlengkapan rumah tangga seperti Taplak Meja, Bed Cover, atau celemek masak.
  • Accessories, seperti Hiasan dinding, tas, Lukisan dan lain-lain.
  • Berupa jaket atau blazer modern perpaduan antara jaket modern dan batik tradisional.
  • Berupa sepatu dan sandal modern perpaduan antara sepatu modern dan batik tradisional.
  • DLL

Pemasaran

Di lihat daerah Kabupaten Mojokerto sebagai pusat situs kerajaan Majapahit, sebagai daerah yang penuh dengan budaya dan wisata yang akan mendatangkan suatu dampak yang positif bagi perkembangan industri batik di wilayah tersebut, Oleh karena itu Program kewirausahaan Batik Sekarmojo menyimpulkan bahwa produk batik, khususnya di Daerah Mojokerto memiliki potensi yang cukup besar.

Dengan adanya peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Mojokerto baik wisata sejarah ataupun wisata alamnya maka Program kewirausahaan Batik Sekarmojo melihat ada prospek yang cerah bagi perkembangan usaha. Oleh karena itu Program kewirausahaan Batik Sekarmojo mengambil langkah dengan melakukan kerjasama dengan Dinas Pemuda dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto agar dapat dijadikan salah satu obyek wisata khusus untuk belajar membuat batik, jadi bagi wisatawan bisa berwisata sambil belajar dan di lihat dari segi Program kewirausahaan Batik Sekarmojo collection ini sebagai ajang untuk berjualan sekaligus untuk promosi SMA Negeri 1 Gondang Mojokerto dan memperkenalkan batik khas dari Mojokerto yaitu Motif SEKARMOJO. Sehingga menimbulkan hal yang positif bagi perdagangan dan pembuatan batik.

SMAGO

Inspirasi dari kembang tanaman Mojo

SMAGO
SMAGO
SMAGO